NU Care-LAZISNU Jawa Timur kembali membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin menghafalkan Al-Qur'an melalui Program Beasiswa Santri Tahfidz 2026. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang. Program ini resmi dibuka mulai 3 Agustus 2026 dan kuota terbatas untuk sembilan orang. Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen LAZISNU dalam memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan kader-kader penghafal Al-Qur'an yang mampu memberikan manfaat bagi umat.
NU Care-LAZISNU Jatim menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada Zulfa Syauqiyyatuz Zahra, warga Dinoyo Lor, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Zulfa hidup serba keterbatasan. Ayahnya merupakan seorang penyandang disabilitas sejak lahir, yang dalam kesehariannya harus dibantu alat kruk untuk berjalan. Meski demikian, tekadnya melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi cukup besar. "NU Care-LAZISNU Jawa Timur selama ini memang berkomitmen mendukung anak-anak yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala biaya," ujar Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin.
NU Care-LAZISNU Jatim terus memperkuat pelaksanaan program Intensifikasi Gerakan Koin NU. Di antaranya melalui sosialisasi program dan penandatangan MoU gerakan di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Wonomerto, Probolinggo, Sabtu (25/7/2026). Dalam acara ini, LAZISNU Probolinggo menetapkan tiga PRNU sebagai pilot project program, yaitu PRNU Kropak, PRNU Pohsangit Kidul, dan PRNU Jorongan. Ketua LAZISNU Probolinggo, Dewi Puspa, menjelaskan bahwa ketiga ranting tersebut akan menerima pendampingan manajemen dan tata kelola keuangan secara intensif yang difasilitasi oleh LAZISNU Jatim.
LAZISNU Kabupaten Probolinggo menggelar Bimtek UPZIS serta Sosialisasi Intensifikasi Gerakan Koin NU di Pondok Pesantren Miftahul Arifin, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Sabtu (25/7/2026). Ketua PCNU Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menekankan pentingnya penguatan tata kelola filantropi di tubuh NU. “Mari kita dukung gerakan Koin NU ini. Penggalangan Koin NU ke depannya harus satu pintu dan dilakukan secara bertahap,” ucapnya.
Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama NU Care-LAZISNU Jawa Timur menyalurkan zakat produktif di Kabupaten Gresik, Senin (20/7/2026). Bantuan berupa kios kontainer usaha beserta modal usaha itu menyasar marbot dan juru parkir masjid. Program ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi mustahik agar memiliki pendapatan yang berkelanjutan. Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin, mengatakan bahwa zakat tidak hanya memiliki fungsi sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur gencar melaksanakan program intensifikasi Koin NU. Salah satu LAZISNU di Gresik ditetapkan sebagai pilot project, yaitu LAZISNU PRNU Indro, Sukorejo, dan Gending, di bawah koordinasi LAZISNU MWCNU Kebomas, Gresik. Dari tiga ranting tersebut, LAZISNU PRNU Indro dinilai paling menonjol dalam aspek penghimpunan Koin NU, pentasharufan, serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar NU Care-LAZISNU Jatim. Sehingga memperoleh bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid berupa rombong dan modal usaha senilai Rp1,5 juta dari NU Care-LAZISNU Jatim. Bantuan tersebut diperuntukkan kepada Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro.





