NU Care-LAZISNU Sumenep melaksanakan program bedah rumah warga kurang mampu, Selasa (21/7/2026), yang menggandeng Kemenag dan Baznas. Program ini menyasar kediaman Sumerto, warga Dusun Lebak, Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Pengurus LAZISNU Sumenep, Ahmad Bakir, mengatakan bahwa program ini memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurutnya, bedah rumah ini tak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi wujud kepedulian sosial serta semangat gotong royong dalam membantu sesama.
Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bersama NU Care-LAZISNU Jawa Timur menyalurkan zakat produktif di Kabupaten Gresik, Senin (20/7/2026). Bantuan berupa kios kontainer usaha beserta modal usaha itu menyasar marbot dan juru parkir masjid. Program ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi mustahik agar memiliki pendapatan yang berkelanjutan. Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Timur, M Risal Syarifuddin, mengatakan bahwa zakat tidak hanya memiliki fungsi sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.
NU Care-LAZISNU Jawa Timur gencar melaksanakan program intensifikasi Koin NU. Salah satu LAZISNU di Gresik ditetapkan sebagai pilot project, yaitu LAZISNU PRNU Indro, Sukorejo, dan Gending, di bawah koordinasi LAZISNU MWCNU Kebomas, Gresik. Dari tiga ranting tersebut, LAZISNU PRNU Indro dinilai paling menonjol dalam aspek penghimpunan Koin NU, pentasharufan, serta pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar NU Care-LAZISNU Jatim. Sehingga memperoleh bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid berupa rombong dan modal usaha senilai Rp1,5 juta dari NU Care-LAZISNU Jatim. Bantuan tersebut diperuntukkan kepada Masjid Jami’ Al-Kautsar Indro.
NU Care-LAZISNU Kedamean terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program NU Care Berdaya. Program yang bersumber dari dana zakat dan infak tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan sarana usaha kepada pelaku UMKM agar mampu berkembang dan mandiri. Salah satu penerima manfaat adalah Wiwik, pemilik Warung Tambak Bu Wiwik di Dusun Bakung, Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Pada Sabtu (6/6/2026), ia menerima bantuan berupa rombong usaha, kompor, dan magicom untuk mendukung usaha kuliner yang selama ini dijalankannya.
NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga Rp208.027.849.090 atau Rp208 miliar selama Ramadhan 1447 H. Rinciannya, zakat maal sebesar Rp20.553.920.027 (Rp20 miliar), zakat fitrah Rp138.150.127.917 (Rp138,1 miliar), infaq/sedekah Rp10.450.274.495 (Rp10,4 miliar), dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Rp478.564.589 (Rp478,5 juta), dan infaq/shadaqah barang Rp1.250.319.200 (Rp1,2 miliar). “Perolehan itu telah disalurkan kepada 3.290.182 atau 3,7 juta penerima manfaat di berbagai daerah,” ujar Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, Selasa (21/04/2026).
Melihat pontensi yang cukup besar, NU Care-LAZISNU Jawa Timur mencanangkan zakat dikelola secara produktif. Pendistribusian zakat tidak melulu pada konsumtif, tetapi dilakukan untuk pemberdayaan UMKM, bantuan modal usaha, pemberdayaan hewan ternak seperti kambing bergulir, bantuan sarana jualan gerobak dan sejenisnya. Dengan dana zakat ini, perekonomian masyarakat dapat meningkat. Mengubah mustahik (orang yang menerima) menjadi muzakki (orang yang memberi).





