PCNU Kota Surabaya melalui NU Care-LAZISNU menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam program perlindungan bagi penerima bantuan usaha. Kerja sama ditandai dengan penyerahan bantuan rombong usaha sekaligus kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada warga penerima manfaat di Kantor PCNU Kota Surabaya, Jumat (11/9/2026). Sekretaris Bidang Fundraising LAZISNU PCNU Kota Surabaya, Siti Awanah, mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari program NU Berdaya. Program ini dirancang untuk mengubah pola pemberian bantuan agar tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat.
LAZISNU MWCNU Sumberbaru, Jember menggelar kegiatan khitan massal. Kegiatan yang diikuti 53 anak ini berlangsung di Kantor MWCNU Sumberbaru, Desa Jatiroto, Rabu (9/9/2026). Khitan massal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi anak. Anak-anak peserta khitan hadir didampingi keluarga masing-masing.
Laporan Keuangan LAZISNU Jatim tahun 2025 meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit keuangan independen yang dilakukan oleh KAP Moh Wildan & Adi Darmawan. Bendahara LAZISNU Jatim, H Tamsil Ainnur Rizal, menyampaikan syukur atas hasil audit yang mendapat opini WTP. Menurutnya, WTP bukan sekadar predikat dalam laporan keuangan, akan tetapi sebagai ikhtiar menjaga amanah umat. "Setiap rupiah yang dititipkan kepada kita harus dapat dicatat, dipertanggungjawabkan, dan dibuktikan manfaatnya," ujarnya, Selasa (01/9/2026).
NU Care-LAZISNU Jawa Timur menyalurkan Bantuan Modal Usaha Produktif Bergulir senilai Rp150 juta kepada LAZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Jawa Timur yang mengikuti program intensifikasi Gerakan Koin NU. Bantuan secara simbolis diserahkan saat Konsolidasi Amil se-Jatim di Aula Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Ahad (30/8/2026). Program tersebut menjadi bentuk intervensi program LAZISNU Jatim kepada LAZISNU MWCNU yang telah memiliki komitmen atau nota kesepahaman (MoU) dengan LAZISNU Jatim dalam menjalankan intensifikasi gerakan Koin NU.
Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU Riri Khariroh melihat semangat keluarga besar LAZISNU di berbagai daerah untuk terus memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi. Menurutnya, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki potensi besar untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Riri mengatakan, esensi gerakan LAZISNU tidak hanya terletak pada penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, tetapi juga pada upaya membangun kepedulian serta solidaritas sosial di tengah masyarakat. "Saya melihat semangat LAZISNU di dunia untuk memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi," katanya pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
PWNU Jawa Timur mengapresiasi kinerja dan tata kelola NU Care-LAZISNU Jawa Timur yang dinilai terus berkembang selama dua periode terakhir. Penguatan manajemen tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas program dan pelayanan kepada masyarakat. "Terima kasih kepada keluarga besar LAZISNU se-Jatim atas kerja keras yang luar biasa," ujar Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, H Fatchul Aziz, saat mewakili Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).





